Pada Masanya Nanti,
Kita nyatanya tidak sendirian menyusuri jalan luka ini. Ada banyak jiwa yang sama, bahkan barangkali mengalami luka yang lebih perih dari pada apa yang kita keluhkan hari ini.
Setiap dari kita punya episode patah masing-masing, hingga langkah tertatih, semangat meredup, dan betapa hidup membanting kita begitu keras.Pada jalan-jalan sunyi, kita mencoba mencari arti.
Pada masa lalu, kita coba mendamaikan diri.
Pada Allah, kita akhirnya kembali.
Memang beginilah hidup, jalannya tak selalu mulus. Tak selamanya keadaan itu berpihak. Tak selamanya semua hal ada dalam kendali. Itulah kenapa kita harus selalu bersiap agar mampu menerima apa pun yang akan terjadi, sepahit apa pun itu.
Kita pernah sepi, tapi bukan berarti kita mati. Kehidupan kita pernah getir, tapi bukan berarti kita berakhir.
Kepahitan-kepahitan hari ini sejatinya adalah benih-benih kebahagiaan di masa depan. setelah badai berlalu, insyaAllah kita akan lahir sebagai pribadi yang lebih siap, pribadi yang lebih kuat.
Pada masanya nanti, akan ada seseorang yang bersedia menemani langkah-langkah kita, tak akan pergi walaupun kehidupan membanting berkali-kali, ia yang bersedia bersama hingga akhir, hingga maut memisahkan, dan surga menjadi pelabuhan akhirnya.
Bersabarlah sebentar lagi, jika pun tak kamu dapati seseorang seperti itu di dunia. Sungguh tiada yang mampu menandingi kebahagiaan jika surga telah menjadi akhir pencarian kita.
Semoga esok banyak hal baik berdatangan.
#Novfeels,
–@megaasrnvty.
Komentar
Posting Komentar